Tagged with jakarta

Cukup

Pagi di tepi jalan utama Jakarta, seorang laki-laki terduduk di trotoar. Dikelilingi dagangannya, entah apa, yang terlihat cuma warna-warni dan kilau plastik. Robot-robot kota Jakarta lalu lalang tanpa sedikitpun menoleh. Laki-laki itu sendiri, sebuah eksistensi sepi di sela padat ibukota. Benarkah? Ia kini sedang bernyanyi, lantang, meskipun sumbang. Tentu senandungnya bukan untuk uang, karena ia … Continue reading »

sumpek

hari berganti hari tak terhitung lagi dan dia lupa bahwa dia manusia, lupa bahwa dia berhak atas kebebasan dan waktu luang, bahwa hidup bukan cuma kerja tidur dan makan, bahwa ada emosi berjudul ceria, bahwa ada ekspresi bernama tawa. waktu berlalu tak terekam lagi dan mereka lupa bahwa dia pernah tertawa bahwa dia pernah bahagia … Continue reading »

sedikit neraka di malam takbiran

hari ini matahari bakar Jakarta tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya tapi mereka cuma tertawa. katanya; aku tak takut neraka, dia ada di setiap jengkal keberadaanku. lalu mereka kembali lagi jalani hari menyeberang jalan dan mencari makan …..ditulis 9 desember 2005, tapi sesuai untuk … Continue reading »

jakarta siang ini

hari ini matahari bakar Jakarta tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya tapi mereka cuma tertawa katanya, aku tak takut neraka. dia ada di setiap jengkal keberadaanku. lalu mereka kembali lagi jalani hari menyebrang jalan dan mencari makan … 9 desember 2005, di pusat kota … Continue reading »

privacy

KEnapa ya sekarang yang  namanya ruang privat kok seperti udah nggak dihargai lagi? why is it so important to know about other people’s lives?? makan tuh infotainment!! emang udah nggak ada informasi yang lebih berharga buat disimak apa ya? menghibur juga nggak.. heran, bikin penonton jadi lebih bloon, dan seolah-olah ngasih justifikasi bahwa sah-sah aja … Continue reading »

ruang tunggu

Beberapa hari yang lalu keadaan Jakarta yang dilanda hujan deras memaksa gue untuk menunggu. Dan gue sangat tidak suka menunggu. Come to think of it, who does? Kenapa ya rata-rata orang tidak suka – bahkan benci – menunggu? Sering sekali kan, kalau orang diminta menjawab pertanyaan : apa yang paling loe benci? Maka, mereka akan … Continue reading »