Tagged with semesta

Nirmana Mega

Nirmana Mega

Sekitar maret-april 2010 lalu, langit senja sedang di puncak keindahannya. Sebagai budak korporasi, tentunya saya terpaksa puas menikmati dari balik jendela gedung kantor, meski sesungguhnya tak ada yang lebih saya inginkan selain mengkombinasikan pemandangan senja dengan secangkir teh hangat, pisang goreng dan mungkin teman bicara sembari duduk di beranda. Pesta sensori yang sempurna. Namun sudah … Continue reading »

nyak babe paling pintar sedunia

Lebaran ini, nyak babe lagi mood nostalgia. Sudah dua hari mereka terus menerus berbagi kisah-kisah masa muda. Dipicu juga dengan tamu-tamu teman masa lalu yang datang bersilaturahmi, yang berbagi versi mereka tentang nyak babe saya. Hari ini adalah salah satu hari langka dimana kami berempat punya waktu banyak untuk bercengkerama dengan akur dan hangat. Biasanya … Continue reading »

rumits!

Quote of the day : Life is really simple, but we insist on making it complicated -confucius …Agak menampar, sebenarnya. Bersama beberapa orang perempuan sok rumit, belakangan ini sedang sering membahas seputar pernikahan dan hidup. Dikupas-kupas tapi tidak kunjung tuntas, tentang konsep pernikahan ideal (bukan seremoninya ya, tapi sinergi, kemitraan dan pembagian peran dalam pernikahan), … Continue reading »

bungkus!

Abis baca-baca lagi tulisan neng petitepoppies yang ini, dan jadi terpikirkan beberapa hal. Saya termasuk kategori manusia hopeless romantics akut, yang setiap pasca nonton film-film rom-com bisa mendadak dangdut terjebak dalam mood melankolis keparat. Meskipun suka sok preman dan sok superwoman, diam-diam berharap ada manusia yang menyadari bahwa saya cuma butuh dimaklumi. Dan percaya, bahwa … Continue reading »

tentang sepi

Tahukah, bahwa sendiri tidak selalu sepi, dan sepi tidak selalu sendiri. Beberapa waktu lalu sempat sharing dengan seorang teman yang kisahnya kurang lebih mirip dengan saya. Mendadak sendiri setelah bertahun-tahun terlibat dalam sebuah relationship. Bahwa kami limbung, itu pasti. Sedikit merasa hilang diri, karena bagaimanapun telah banyak proses yang dilalui bersama, sehingga ke’kami’an itu seolah … Continue reading »

Limbung

Kemarin saya kembali diingatkan untuk bersyukur… Untuk teman-teman lama yang mampu ‘menampar’ saya dengan kata-katanya, yang setelah lama berselang ternyata masih ‘mengenal’ saya dibalik fasade. Untuk teman-teman yang senantiasa ada dan bersedia mendengar, tanpa menilai atau menggurui. Untuk teman di pucuk hari yang telah bersedia sedikit berbagi… Untuk diri yang perlahan mulai akrab dengan sendiri. … Continue reading »

Syukur(in)

Bulan puasa katanya momentum kita untuk berempati sama sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Setiap hari laper-laperan, haus-hausan, lemes tapi tetap harus beraktivitas, tetap harus sabar. Padahal jelas-jelas yang namanya manusia kalau kebutuhan pokok gak terpenuhi jadi ekstra uring-uringan. Kesentil dikit mau ngamuk, kesenggol dikit mau bacok. Ideal banget dunia kaya gitu, yang semua orang … Continue reading »

…AKUSUKA…

aku suka suara daun kering di bawah sepatuku, gemerisik sayup yang goda telinga aku suka suara kerupuk yang baru dimandikan kuah, perkusi tanpa nada yang mampu bangkitkan rasa aku suka rasa cokelat pahit, sebuah paradoks mini ketika manis menjadi subyektif aku suka rasa es krim di lidahku, kejutan yang mengajak aku tersenyum aku suka bau … Continue reading »

jakarta siang ini

hari ini matahari bakar Jakarta tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya tapi mereka cuma tertawa katanya, aku tak takut neraka. dia ada di setiap jengkal keberadaanku. lalu mereka kembali lagi jalani hari menyebrang jalan dan mencari makan … 9 desember 2005, di pusat kota … Continue reading »