existentialism angst

sejuta sinar terbias di hadapan mata, memanjakan indera

Terlalu banyak yang harus diresapi. Adakalanya hati ingin meluncur saja. Namun hidup terbentuk oleh segala yang meresap di jiwa, segala yang merasuk kalbu, semua yang mengajak benam jauh… ke dalam. Semua yang memaksa berontak saat diri mulai sesak.

Dan aku merasa hidup. Aku ada. Meski tak sempurna dan penuh luka, namun ada.

Bisa merasa dan bisa dirasa…

One thought on “existentialism angst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s