kuning

ingin aku berlari telanjang kaki kutendangkan ke atas hingga tanggal sepatuku, terbang melayang menimpa kepalamu.

kamu berteriak, terkejut dan marah,

tapi tak terdengar olehku.

aku sudah jauh,

sibuk dengan tanah dan debu meresap di antara jemari bersama gembiraku,

sibuk dengan angin yang sentuh setiap jengkal kulit dan keberadaanku,

sibuk hirup udara dan hidup.

aku terus berlari hingga entah dimana

terus hingga seberangi benua, seberangi samudera

terus hingga tanah ini akrab sudah denganku

terus hingga tak ada lagi yang baru.

lalu aku berkata cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s