Beberes Rumah

Hari ini menjadi hari kedua sebuah tahun yang baru, sekaligus dekade yang baru lhooo🙂
Dan sepertinya alangkah baiknya periode baru ini kita mulai dengan beres-beres! Tapi untuk mulai bergerak membereskan kamar saya yang lebih serupa gudang itu, tampaknya saya terlalu em a el a es. Bisa habis satu tahun sendiri untuk itu, jadi mungkin nanti saja saya lakukan kalau saya sudah akan meninggalkan kamar itu. Pikiran dan hati saya, ternyata sama saja kondisinya dengan kamar ‘gudang’ saya itu.
Setelah saya sadari saya memang ternyata suka menggenggam erat remah-remah kenangan sekecil apapun: baik, buruk, maupun yang tidak penting sama sekali. Dan hal-hal kecil itu tak jarang bertumpuk menjadi sampah yang menghambat saya meletakkan hal-hal baru untuk menghias hidup. Perseteruan-perseteruan kecil di masa lalu terkadang membuat saya sulit maju dan menjalin hubungan baik dengan orang-orang tertentu. Atau kenangan indah di masa lalu membuat saya sulit menerima bahwa beberapa orang di sekitar saya telah berubah menjadi racun, dan malah terus berharap hal itu hanya sementara.
Jadi, saya akan mulai tahun -dan dekade- ini dengan beres-beres kehidupan saya dari sampah-sampah ajaib semacam itu.

Tahap pertama beres-beres tentunya adalah menyortir. Mana saja peristiwa-peristiwa yang memang signifikan dan menjadi media pembelajaran untuk pengembangan diri seorang Andied, dan mana yang cuma selewat lalu. Peristiwa signifikan ini akan menjadi ‘piala-piala’ saya, untuk terus dipajang di rak kehormatan memori. Akan sangat berguna nanti, ketika kita sedang terpuruk dan butuh diingatkan akan potensi diri. Tahap berikutnya, buang jauh-jauh sampah dan hal-hal remeh-temeh. Dendam masa lalu dan sakit hati yang sudah basi tidak lagi perlu disimpan-simpan. Analisa kondisinya, tarik kesimpulan, simpan lessons learned -nya. Lukanya tidak perlu dibawa-bawa, apalagi dikorek-korek.

Nah, sekarang lihat, lapang bukan sisa ruang di hati? Saatnya kembali menimba ilmu di sekolah bernama hidup🙂

3 thoughts on “Beberes Rumah

  1. ah ndied…
    dirimu mengingatkanku ama tumpukan barang belum tersortir…

    kalau sampah yang disini sih, aku aga berbeda paham ni. menurutku sampah itu memang harus dibuang biar ga busuk, tapi kenangan kalau pernah memiliki sampah hati itu ya tidak perlu hingga harus di-steril-kan :p

  2. Ancilla, aku setujuh!! Yang penting memang lessons learnednya ya. Sakit2nya buang aja jauh2🙂
    Iin, yuk beres2 yuk. Ada tukang beres2 propesyonal yang bisa disewa gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s