Bukan Pengemis Cinta

Si abang lagi hobby bener ngasih pertanyaan-pertanyaan yang bikin tercengang-cengang…

Adegan 1
Pagi yang cerah di sebuah hari kerja, pasca perbincangan khas awal hari. Baru tutup telepon sekian menit, mendadak bunyi lagi :

Nanti mau mas kawinnya apa?
Hah?
Mas kawinnya. Mau apa.
Hah? Nggak tauuu nggak kepikiran…
Ayo dipikirin
*mikir lama… Ya udah deh emas aja deh
Nggak mau dibikin perhiasan?
Nggak kepikiran abisnya mau dijadiin apa…
Berapa gram?
*makin pusing
Nggak tau deh terserah aja (calon istri pasrahan)


Adegan 2
Suatu malam sepulang kerja, baru aja mau leyeh-leyeh tetiba ada BBM masuk

Nanti mau seserahan apa?
Nggak kepikiran…
Pikirin gih

Hadeh calon penganten macem apa sayaaaaaaaaaa….
Apa-apa kok nggak kebayang gini.

Untuk mas kawin dari dulu kebayangnya emas batangan aja kayaknya, karena intinya kan buat syarat aja, pemberian harta dari pihak laki-laki ke perempuan untuk syarat nikah. Toh nggak ada minimal jumlahnya juga, jadi kayaknya gw pun nggak mau minta sesuatu yang terlalu mahal ataupun terlalu ribet (seperti misalnya uang dengan jumlah pecahan kecil yang kemudian dilipet-lipet… zzz)
Untuk seserahan, ternyata temen-temen lain biasanya malah semangat bener karena artinya sama aja dikasih budget belanja huhuhu…
Browsing sana sini ternyata banyak sumber yang mengatakan bahwa intinya seserahan ini adalah barang-barang yang biasa digunakan oleh pengantin wanita, dan biasanya terdiri dari :
  1. Pakaian : Kebaya Kain / Baju Kerja / Baju Pesta
  2. Alat-alat perawatan tubuh : Sabun, Shampoo, Body Lotion, Bedak Badan, dll.
  3. Make Up : Pelembab, Bedak Dasar, Bedak, Eye Shadow, Maskara, Blush On, Pensil Alis, dll.
  4. Pakaian dalam baju tidur
  5. Perhiasan / Jam Tangan
  6. Makanan : Buah, Kue Taart, Kue Kering, Masakan Matang

Barang seserahan diatas tidak mutlak tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, selera dan budget. Intinya barang seserahan biasanya adalah barang yang biasa dipakai calon pengantin perempuan. Jumlahnya biasanya ganjil 5 / 7/ 9 tergantung selera. (source from House of Seserahan)

Yang kepikiran sejauh ini :

  1. Perlengkapan Pesta : Songket Padang. Biasanya sih yang gw liat isi seserahan itu ada sepatu & clutch pesta. Cuma kayaknya sepatu/clutch suatu hari nanti mungkin akan outdated, dan gw pengennya seserahan ini sesuatu yang akan jadi heirloom untuk bisa diteruskan juga ke anak cucu nantinya. Nah berhubung gw separuh padang dan si abang padang tulen, jadi pasti dong nantinya akan ada acara-acara keluarga yang mengharuskan kita berkostum khas padang. Daripada gw ntar ribet cari-cari, minta aja buat seserahan deh huhuhu. Nah harapan hati sih minta yang asli Pandesikek, cuma denger-denger harganya agak mahal, sedangkan gw berprinsip nggak mau memberatkan calon suami. (baca : mending duitnya buat beli rumah :p )
  2. Perawatan Tubuh : Set Body Shop. Ini udah jelas nggak pake pikir-pikir lagi berhubung si abang demen bener aroma salah satu produk Body Shop. Jadi saya yakin dia tidak akan protes untuk permintaan ini.  Amann…
  3. Pakaian Dalam & Baju Tidur : gw terjemahkan sebagai lingerie huhuhu… dan ini terserah si abang dah mau pesen yang kayak mana. Aye tinggal pake.
  4. Makanan : karena kan kayaknya ini yang syarat sebener-benernya. Minta kue aja palingan.
  5. Buah-buahan : alasannya sama kayak yang di atas
  6. Buku atau Musik : karena jelas saya pecinta buku. Seserahan kan harus barang yang disukai😀 pun demikian dengan sesuatu yang berbau musik *alasan
  7. …masih belum kepikiran sih. Something related to music. Mixtape? Kerudung Bordir Kerancang …. bener gak sih ini nulisnyah? Pernah lihat di Tanah Abang, bordiran khas Sumatera Barat ini bagus dan halus sekali. Cantiksss… Abisnya dipikir-pikir nantinya kan bakal banyak tuh acara-acara keluarga yang melibatkan pengajian, jadi minimal harus punya satu yang cantik🙂

Tapi ya ini kan juga namanya maunya gw, kita lihat nanti perkembangan diskusinya… Yang penting harus selalu mengingatkan diri sendiri untuk balik ke prinsip awal : tidak memberatkan calon suami dan keluarga. Karena toh gw memilih untuk menikah dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan. Calonnya pun gw pilih sendiri dengan sukarela. Jadi buat apa mengajukan syarat ini itu yang ternyata malah bikin repot? Kan bukan pengemis cinta (yang mengemis demi cinta, pun mengemis atas nama cinta).

Permintaan utama gw cuma satu sebenarnya : supaya semua urusan dan rencana dilancarkan dan dimudahkan, supaya hati semua pihak yang terlibat dilapangkan, dan yang paling penting semoga langkah kami berdua ke depannya juga dilancarkan. AMIN. *gasante :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s