H-43

2 minggu lalu sepupu saya baru saja menikah, dan meskipun bukan panitia ternyata tetap yaa pas hari H adaaaa aja yang harus dikerjakan. Lumayan lah, jadi lessons learnt supaya lebih kebayang kondisi on the day nya itu seperti apa. Kelar acara, tentunya tepar masih sangat bersisa. Kayaknya pengen tidur yang laamaaaaaa banget. Saya baru sadar ternyata hari H itu melelahkan sekali, kebayang banget itu adik sepupu saya badannya remuk kayak apaan. Mak dar it, saya merasa bole dong beberapa hari nggak urusin nikahan dulu, capek tauk abis urusin nikahan orang, toh belanda masih jauh.

Guess what? Di Path mendadak ada tag :

Morning Dear, another 43 mornings till …

*prang*

empat

puluh

tiga

hari

????

Langsung dong panik cari buku pintar, ubek-ubek apa aja yang masih belum confirm.

HYAOLOOO MASI BANYAK. Ini gak bole topan dulu yak? Masih rontok ini badannyaaa… Alhasil jadilah minggu ini super produktif. Dan alhamdulillah banyak banget checklist yang berhasil dicontreng minggu ini.

1st on the list : Penataran persiapan pernikahan di KUA

Karena masjidnya masuk Kecamatan Kebayoran Baru, jadi kita ke kantor KUA yang di Jalan Kerinci, dekat Mayestik. Waktu absen kita sempat ditanya

Bawa Al Qur’an nya nggak?

Agak bingung buat apaan, karena kita nggak tau ada info untuk bawa Al Qur’an? Jangan-jangan di tes suruh ngaji nih. Tapi ternyata, Al Qur’an itu dimaksudkan sebagai sumbangan calon pengantin ke KUA nya. Penataran ini sih sebenarnya lebih berupa himbauan supaya calon pengantin sadar akan perannya masing-masing dalam keluarga. Bagaimana cara menghadapi konflik, menjaga mood satu sama lain, dan sebagainya. Tapi lama-lama ini ibu-ibu yang memberi penataran mulai bahas yang nyerempet-nyerempet terus, bahas soal “minta jatah” terus. Hadeh males bener deh ya bu.

20120925-195514.jpg

Buku yang dibagikan untuk bekal berumah tangga.
Jangan lupa halaman 19 : Makin Mesra Usai Malam Pertama

Selepas sesi si ibu, datang salah satu penghulu untuk memberikan pengarahan tentang proses Ijab Qabul. Lucunya si bapak ini, selalu menekankan :

Nanti pada saat salaman, jangan lupa meleng dikit ke kamera. Sayang kamu bayar tukang foto mahal-mahal kalo muka kamu nggak keliatan. Inget ya! Pas salaman, meleng kamera. Salamannya juga jangan cepet-cepet biar sempet difoto. Pasang cincin pelan-pelan juga. Pas tandatangan juga.

Dan pak penghulu ini sama sekali lepas dari image penghulu yang sok gue-penting-loh, nampaknya sangat membumi dan mencintai pekerjaannya. Semoga Bapak tetap ceria dan menyenangkan ya Pak…. Kebayang pengantin yang dapet dia jadi penghulu, pasti adem dan tenang hatinya, nggak tegang. Sayangnya saya nggak sempet cari tahu namanya, dan ternyata pun saya kebagian penghulu yang berbeda juga.

Berhubung nanggung sudah sampai Kerinci, akhirnyaaaa kita berhasil juga nyicipin makan di RM Sepakat yang di Mayestik, sekalian ketemu teman-teman kuliah si abang yang rumahnya dekat mari. Kemarin RM Sepakat ini sempat lama nggak beroperasi akibat renovasi gedung pasar mayestik. Gedungnya sekarang enak banget lhoo. Pake AC!!! Huwoowww. Perut kenyang, hati senang, alhamdulillah….

Perhentian #2 : Sanggar Minang Djus Masri

Selepas dari Mayestik, tujuan berikutnya adalah Sanggar Minang Djus Masri, untuk keperluan sewa songket dan demang untuk resepsi. Alasan memilih Djus Masri sebenarnya bisa dibilang nyaris tanpa pertimbangan. Berhubung resepsi cuma akan menggunakan “nuanasa” adat Minang, jadi sebenarnya memang tidak terlalu banyak properti yang akan dipinjam. Lalu dapat info bahwa sepupu si abang yang akan menikah seminggu sesudah saya menggunakan jasa Djus Masri, bahkan dari jaman kakak-kakaknya. Intinya sudah terpercaya lah oleh keluarga besar.

Pada saat survey, sanggarnya cukup ramai padat oleh pasangan-pasangan keturunan Minang dengan mata berbinar kepengen kawin *ahahaha lebay*. Tante Djus nya mendatangi sendiri lho masing-masing pasangan & orang tuanya diajak ngobrol. Meskipun obrolannya nggak mendetail, tapi lumayan bikin adem hati bridezilla, berasa diperhatiin dapet personal attention gimana gitu kan. Penting lho itu, catat ya wahai para vendor : itu penting.

Yang penting lagi : harganya sungguh bersahabat. Saya memang nggak sempat survey ke Des Iskandar atau Elly Kasim – atau lebih tepatnya nggak berani – karena deg-degan dengar gosip sana sini bahwa harganya mahal. Tapi yang pasti di Djus Masri masih cukup terjangkau. Ahahaha memang tiada yang lebih penting daripada ini di kamus saya.

Kalau memang ingin pernak-pernik adat Minang yang tradisional, kayaknya memang tepat ke Djus Masri. Persediaan baju pengantin maupun seragam orang tua tersedia dalam beraneka warna, mulai dari merah yang khas padang banget sampai turqoise pun ada. Tapi ya modelnya memang cuma tersedia ala pengantin Minang tradisional yang kaya ornamen.

20121004-162606.jpg

Sequins Galore – in any color imaginable to man

Perhentian #3 : Koordinasi vendor Catering & Dekorasi di Venue Resepsi

Beberapa saat lalu, saya sempat datang ke acara pernikahan dimana SEMUA BUFFET SUDAH HABIS DI PUKUL 8.15 sedangkan tamu masih mengalir sampai pukul 09.30. Traumatis? Tentunya! Makanya saya langsung hubungi PIC catering dan wanti wanti setengah mati jangan sampai terjadi. Awas pokoknya! Tusuk pake garpu lho ya nanti.

Di acara pernikahan itu pula, nyaris tidak ada dekorasi di sekujur area makan. Paling banter hanya bunga di vas, padahal pernikahan diadakan di ruangan super besar, sehingga menimbulkan kesan kosong.

Berawal dari keparnoan itu, akhirnya saya mempertemukan PIC dekorasi dan catering supaya bisa pada janjian bagaimana dekorasi dan layout di hari H nanti. Jangan sampai yang satu pake taplak hijau pastel, satunya pasang hijau army. Kalau perlu janjian pake referensi Pantone yang sama. Ahuhuhu….

Hari ini ternyata lumayan produktif ya. Aku senang🙂

Terima kasih ya Ibu & Abang sudah ikut berjibaku dengan semua keriwehan hari ini.

 

6 thoughts on “H-43

  1. Hellow salam kenal aku suka blog-nya, apalagi gw juga sesama penganten minang, sukses ya buat persiapannya, gw masih jan 2013 tapi pengennya desember smua udah kelar *anak daro ambisius* hahaha

    • Hai rowra (namamu Laura kah? *sotoy nih aku*)
      salam kenal juga, terima kasih ya sudah mampir mampir…
      Dulu ibuku pun ambisius lho, nikahanku November dan dia mau semua beres di Oktober. Sukses buat persiapanmu, ayo semangat dan semoga lancar semua ya. Kalau ada yang mau ditanya silakan, sesama anak daro harus bahu membahu ya gak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s