H-17 : Should’ve Would’ve Could’ve

Tidak terasa sudah tinggal 18 hari lagi…

Pada titik ini saya sungguh menyesal kenapa dulu tidak mendengarkan suara hati untuk menggunakan jasa Wedding Planner. Dear para capeng, tolong dicatat : kalau kamu & pasangan sama-sama budak korporasi 9 to 5, kalau kalian bukan datang dari keluarga besar yang siap repot, dan kalau sekiranya teman-teman kalian tipe yang acuh tak acuh pada pernikahan : do yourself a favor and use a wedding planner. Serius deh ya, kayaknya daripada budgetnya buat foto pre wed lebih baik dialokasikan ke wedding planner.

Di bulan-bulan awal memang tidak terlalu terasa, apalagi kalau acara kita tergolong “standard” seperti pernikahan pada umumnya. Tapiiiii, lihat nanti 2 bulan menjelang hari H. Dijamin jungkir balik.

Dulu saya juga berpikir “apa susahnya sih, kan vendor bisa komunikasi lewat telpon email atau bbm?”. Ternyata ya susah. Susah karena menyita konsentrasi, menyita waktu, terkadang ada hal urgent yang perlu di tindak lanjuti tapi di saat yang bersamaan mungkin kita sedang meeting sehingga tidak bisa tertangani. Susah.

2 minggu sebelum hari H, rencananya akan diadakan Technical Meeting dengan seluruh pihak yang terkait pada saat resepsi. Saya sudah berencana untuk cuti. Coba tebak apa yang terjadi? Saya ditugaskan ke luar kota pada H-1 dan H-2 Technical Meeting tersebut, dan tidak diizinkan cuti pada hari H technical meeting.

Homaygat.

Bismillah ya Allah, berikan kesehatan dan kekuatan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s