The Wedding | MakeUp by Marlene Hariman

This is the person that makes the magic happens. Dari awal saya memang kurang tertarik untuk mempercayakan make up pada perias adat. Soalnya garis muka saya itu (menurut saya sih) agak jadul dan tradisional banget, jadi takutnya kalau dipulas pake pakem adat hasilnya akan kurang muda-mudi. Saya tahu sih banyak juga perias adat yang sebenernya sekarang udah nggak terlalu keukeuh sama pakem, tapi setahu saya juga harganya diluar pakem kantong saya ahahaha *ketawamiris*

Waktu awal berencana menikah, kan konsep awalnya saya mau tanpa adat ya. Yang sederhana, bersahaja, modern dan elegan aja. Kalaupun ada unsur adatnya hanya sebagai aksen. Tapiiiiii pengantin cuma bisa berencana, orang tua yang akan menentukan juga. Dari yang tadinya mau akad nikah didandanin tipis sederhana, rambut simple, pada akhirnya menjadi … penganten jawa adat Solo Putri. Duar! Padahal dari awal saya udah bilang nggak mau dipaes karena bikin muka keliatan semakin chubby.

Selain itu, saya pribadi nggak suka make up yang tebal dan medok, yang sampai membuat muka saya berubah banget. Pernah saya survey salah satu make up artist, karena lihat hasil riasannya di majalah. Lihat portfolionya, pas foto before sih muka pengantinnya beda-beda, tapi begitu foto after kok podo kabeh alias sama semua mukanya. Ini sih namanya jasa pasang topeng, mau mukanya kayak apa dibikin jadi cantik ala template si make up artist.

Angan-angan tatanan rambut dan muka di hari-H. Pic taken from Aisle Candy.

Pada akhirnya saya mengalah pakai adat Solo Putri dengan syarat : make up artistnya saya yang pilih. Setelah cari-cari ke sana kemari lalu dapat rekomendasi nama Marlene Hariman. Ternyata dese adalah make up artist untuk photo shoot nya cotton ink (one of my fave local brands), dan kalau lihat portfolionya sesuai dengan hasrat dalam hati : simple tapi cantik!

Saya jatuh cinta sejak test make up. Waktu itu, jadwal Marlene hanya kosong di pagi hari sekitar jam 10, padahal saya mau sekalian pakai make up nya untuk ke undangan malam (ogah rugi). Dan tebak apa, make up nya tahan lho sampai malam! Yang saya retouch cuma lipstick ajyah!

20130503-130646.jpg20130503-121848.jpg

Sayangnya karena tanggal pernikahan sempat digeser-geser, alhasil saya terlambat booking Marlene untuk resepsi saya. Hiks. Tapi untuk semua rangkaian acara pernikahan lainnya, mulai dari lamaran, pengajian, siraman dan akad nikah saya percayakan ke Marlene deh.

20130503-134315.jpg20130503-135043.jpg20130503-134852.jpg

Bagoooos kaaaan? This woman creates magic with her hands! Pokoknya review saya buat Marlene tiada cela deh. Orangnya ramah tapi nggak terlalu banyak omong, dan sangat terbuka kalau saya tanya-tanya ini itu soal make up, termasuk produk-produk apa aja yang dia pakai. Bisa kerja sama dengan baik sama perias adat (untuk paes & sanggul), cepet tanggap sama request saya & mama juga, sigap (selalu datang lebih cepat ke venue, dan proses meriasnya tergolong cepet banget) dan yang penting hasilnya : nggak medok, makes me feel it’s the prettier version of myself.

Untuk contactnya silakan langsung ke blognya aja ya : http://www.marlenehariman.blogspot.com

9 thoughts on “The Wedding | MakeUp by Marlene Hariman

    • Makasih Fen, akupun puas dengan hasil paesnya🙂
      Haha kita kebalik ya, kamu mau pake paes sedangkan aku malah nggak mau. Tapi ya nggak apa-apalah yang penting alhamdulillah acara lancar dan yang lebih penting lagi tetep jadi nikah kan ya huehehe

      • Gw manggil lo apa ya? Ayu? Anditry?😀

        Eh Eh. Klo gw nanti (gatau kapan hahaha), punya anak (lagi) dan perempuan *kayaknya masih 5 tahun lagi :))*, boleh ya ambil nama Anditry. Gw suka banget pemenggalan kata And I Try. Boleh yaaaaaaa.. *maksa*😛

      • Hehe biasanya dipanggil Andied fen. Waah namaku mau dijadiin nama anak? Monggo aja wong ndak ada hak ciptanya. Itu yang nemu penggalannya juga temenku sih, trus aku juga suka hahaha. Kudoakan yaa semoga cita2 punya anak perempuan lima tahun lagi terkabul. Amin.

  1. Mba mau nanya kalo akad pake paes jarak ke resepsinya beneran harus dari pagi ke malem kah? Makasih banyak udah jawab, aku bingung soalnya mau gabung dua adat utk resepsi😀

    • Hai Mutiara…
      kalau pengalaman aku, hapusin paes itu makan waktu cukup lama sih. Soalnya aku Akad Nikah Jumat sore pakai paes, baru bener-bener terhapus habis Sabtu pagi huahahaha… Tapi kalau nggak salah, kayaknya ada teknik/metode paes yang mudah hapusnya deh sekarang, tapi aku nggak ada pengalaman soal itu. Sorry ya kalau kurang membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s