Bali, Baby! – Uluwatu

Where We Stayed

Le Grande, Blok 5 Pecatu Indah Resort – Jl. Raya Uluwatu

Hotel ini murni pilihan sang suami, karena kami belum pernah menjelajahi daerah Uluwatu. Lokasinya strategis, karena ada di area kompleks resort yang sagala aya : dekat GWK, ada pantai Dreamland, ada golf course guedeee, dan ada banyak hotel lainnya yang terletak di kompleks yang sama. Semua fasilitas di atas sebenernya nggak guna buat kami karena saya udah pernah ke GWK, dan kami nggak main golf hahaha.

Kamarnya cukup mewah dan besar (mungkin ini kamar paling besar selama Bali Trip ini), tapi nuansa “mewah”nya bukan selera saya. Kayak kamar mandi full marmer, lampu sinar kuning remang-remang, lantai kamar full karpet, ornamen-ornamen nya juga gimana ya… intinya hawa-hawa OrBa deh ahaha. Gak doyan. Akik kan sukanya yang modern-modern gituh kayak 2 hotel sebelumnya.

But on the plus side, kamar kami persisssss di depan kolam renang, dan jaraknya deket banget juga sama kolam renang utama. Lho? Jadi kolam renangnya ada dua? Jangan-jangan nyambung kolam yang depan kamar sama kolam renang utamanya? Ternyata nggak sih. Mungkin karena lay out hotelnya yang terpisah beberapa bangunan, sehingga ada beberapa kolam renang untuk mengakomodasi orang yang ada di bangunan kami. Hotelnya sepii banget, karena yang nginep di sana itu sepertinya para golfer. Jadi kolamnya sepi, tapi lapangan golfnya yang rame. Jadilah kami serasa raja, berkubang sepuasnya bak di kolam renang milik sendiri.

20130610-175825.jpg

Where We Ate

Klapa at Dreamland

Dari awal tujuan kami ke Uluwatu adalah murni leyeleye, males kemana-mana. Jadi akhirnya kami makan malam di Klapa karena letaknya satu kompleks dengan hotel tempat menginap.

Sepi ya ternyataaaa masbro. Mungkin juga karena udah malem banget -pake acara ketiduran dulu haha- dan itu adalah minggu malam sehingga turis Jakarta kayaknya udah pada minggat dari Bali. Alhamdulillah deh, soalnya kami jadi bisa menikmati debur ombak berdua *tsailah*

Makanan sih so-so, service so-so, view so-so juga (karena udah kemaleman), jadi akhirnya kami buru-buru pulang karena ngantuk dan pengen lanjut tidur

The Chocolate Cafe, Jimbaran

Referensi tempat ini saya dapat dari The Diplomatic Wife. Dengar kata coklat saya langsung ngiler seember, dan geret-geret suami ke sana. Asumsi saya waktu itu, pasti semua makanan yang ada di menunya terbuat dari cokelat.

Ternyata nggak. Ini restoran normal pada umumnya, yang menyediakan main course seperti steak, fish & chips, dan makanan normal lainnya – meskipun ada juga nyempil Nasi Goreng Coklat di menu. Untuk pilihan desserts tidak tertulis di menu, tapi kita harus mendatangi counter di salah satu sudut restoran. Entah apa memang seperti itu dari awal, karena sudah cukup lama juga sejak review di blog itu jadi mungkin konsepnya agak berubah?

Setelah lihat-lihat dan pilih-pilih, akhirnya saya cuma belanja Belgian Chocolate Honeycomb aja. Dan ya ampun enaknyaaaaaaaaaa!!! Saya memang sangat doyan madu dan dark chocolate, jadi bayangkan saja reaksi saya ketika dua benda tersebut berpadu dalam satu suapin. Ternyata tidak semanis yang saya duga. Awalnya udah curiga akan terlalu manis, tapi ternyata nggak, karena baik madu maupun coklat pahit kan memang rasa manisnya nggak mblenek ya.

Langsung deh, suami nggak dibagi, kantongin sendiri buat dicemilin dikit-dikit sampe Jakarta, terus nyesel kenapa nggak beli lima.

20130610-174836.jpg

Where We Went

Finn’s Beach Club at Semara Uluwatu Cliff Edge Villas

20130610-150229.jpg

This is the highlight of our trip.

Semua berawal dari ternyata kami satu pesawat dengan salah satu biduanita muda kenamaan di Indonesia, yang kebetulan saya follow juga instagramnya. Ternyata juga, dese kayaknya menginap di hotel yang sama di Uluwatu. Nah pas lagi iseng buka instagramnya, KOK FOTO PANTAINYA CIAMIK BENER NOH? Browsing-browsing sedikit, semakin yakinlah bahwa pantai ini memang wajib dikunjungi.

Langsung deh, bujuk-bujuk suami minta diajak ke Finn’s Beach Club. Belok dari rencana awal untuk ke Rock Bar atau Karma Kandara (kasian yaa, dua-duanya belum pernah), karena takut penuh atau rame dan gak kebagian tempat semacam di Potato Head kemarennya.

Sumpah, nggak nyesel.

Finn’s Beach Club terletak di Semara Cliff Edge Villas Uluwatu, percis di sebelahnya Karma Kandara. Kalau lagi surut, katanya sih bisa jalan dari pantai ini ke pantainya Karma Kandara (katanya lho ya), tapi kami nggak berhasil membuktikan karena hari sebelumnya hujan sehingga ombak cukup tinggi dan lifeguard-nya udah pasang bendera dilarang berenang.

YAAAAH KOK GAK SERU SEEEEEEH!!! Kan akik pengen berenang trus foto-foto di pantai sambil body basah mantulin sinar matahari bali. *disambitsuami

Meski dilarang berenang, tapi kami nggak gentar kok. Tepatnya sih, udah terlanjur bayar cover charge jadi nggak rela kalau cuma sebentar di sana. Cover charge per orang Rp 250.000,- memang agak mahal, tapi berbekal iming-iming pantai pasir putih saya menelan ludah dan membuka dompet lebar-lebar. Untungnya, jumlah tersebut akan terpakai penuh untuk makanan dan minuman. Kalau jumlah total bill melebihi cover charge, baru kita bayar selisihnya.

Salah satu keuntungan cuaca yang agak mendung adalah pengunjung Finn’s Beach Club sangat sepi. Cuma ada satu rombongan selain kami, karena mungkin kami juga datang terlalu pagi. Jadilah kami puas-puasin golar-goler di kursi pantai sambil makan ini itu dan ngitung-ngitung apakah kuota cover charge kami sudah tercapai. Judulnya ogah rugi ya.

Biasanya, beach club kan jualan suasana dan pemandangan ya, jadi pengalaman saya untuk makanan dan minumannya selalu biasa aja. This was not the case here. Semua makanan dan minumannya enak, mulai dari pizza tipker, nachos, apple pie, dan juaranya buat saya adalah granitas!

Granita sih setahu saya dessert ya, biasanya bentuknya seperti sorbet tapi tekstur kristalnya lebih kasar. Di Finn’s, granita disajikan sebagai minuman (ternyata menurut wikipedia memang lebih umum disajikan demikian) dengan beberapa pilihan rasa yang cocok banget untuk santai-santai di pantai : coconut pineapple, pomegranate mint, papaya lime, watermelon vanilla, dan passion fruit mango. Saya coba dua varian yang terakhir, segar banget rasanya.

Pantai di Finn’s ini lebih pas dinikmati setelah air surut (di atas jam 2 siang), karena sebelum itu area pasirnya jadi sangat sempit dan ombaknya relatif terlalu besar. Nggak terasa, saya dan suami betah nongkrong di sana sampai jam 4 sore lho! Will definitely be back for more next time!

20130610-174944.jpg

Hiks nggak terasa liburan sudah habis yaaaa. Pengennya sih lebih lama lagi, tapi kan jadi orang nggak boleh kemaruk. Insyaallah masih akan memperoleh kesempatan lagi untuk balik kesini yaaa. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s