JRL Flashback : 2010

2010 adalah tahun dimana akhirnya saya berhasil nonton JRL. Hamdallah yaaa… Waktu itu dateng cuma berdua si adik, demi mengejar band favoritnya : Stereophonics.
Selain Stereophonics, waktu itu juga ada Wolfmother sama The Vines. Sayangnya saya nggak bisa nonton karena itu band terakhir di hari minggu, yang artinya mainnya malem banget menjelang dini hari. Sedangkan besoknya saya ngantooor ihiks. Ih kalo dipikir mah cupu banget ya, kenapa juga nggak dijabanin aja waktu itu nonton sampe kelar?
Sambil nunggu jam manggung si band idaman, kami sempet nonton juga Oppie, Slank, dan Superglad. Kayaknya sih masih banyak lagi deh, tapi mungkin nggak terlalu berkesan ya.
Moment paling konyol di JRL 2010 buat saya adalah waktu Slank manggung. Ceritanya itu sore menjelang matahari terbenam, di panggung utama yang berupa lapangan rumput. Saya spontan nyeruduk ke barisan depan karena semangat nonton Slank secara live, yang langsung bikin si adik panik lalu ikutan nyeruduk ke depan juga demi melindungi kakaknya dari potensi bahaya. Ih manis deh kamu dek, tapi kan aku baik-baik saja. Toh, crowdnya cukup bersahabat.
Setelah puas singalong beberapa lagu, cuaca yang tadinya panas terik mulai membaik. Yang tadinya mati angin, mulai deh ada sepoi-sepoi semilir. Paaas banget Slank mulai bawain lagu-lagu yang juga bikin sejuk semacam “Terlalu Manis” dan “Ku Tak Bisa”. Nah pas lagu ini nih mendadak turun hujan gerimis manis. Saya bilang gerimis manis karena cuacanya romantis : hujan rintik halus, saking halusnya sampai nggak terasa di kulit, dan langit juga masih terang. Langsung kan memancing aura2 pengen glendotan? Apalagi kanan kiri pada mulai peluk pasangan masing-masing dari belakang. Tapi kok ya pas saya nengok sebelah, ketemunya muka adek saya lagi sama-sama wajah pengen glendotan.
*saling liat2an*
*bengong sejenak*
*kemudian males*
Ya beginilah nasib dua kakak beradik jomblih. Asem.
Kejadian absurd lainnya adalah pas kelar nonton slank, kami berjalan ke area makanan. Ternyata karena habis hujan, lapangan rumputnya jadi becek dan berlumpur banget. Kontan lah saya dan si adik asyik ngetawain cewek2 tampil ibukota yang sibuk sendiri karena sepatu haknya nyangkut di lumpur. And guess what? Ya mungkin namanya karma ya, saya menginjak kubangan lumpur yang sangat dalam sampai kaki saya terbenam semata kaki. Laaaaah kan jadi tengsin akik sama mbak2 yang saya ketawain tadiiiii! Dengan muka sok cuek dan sok “lumpur dikit mah gak masalah”, saya paksain jalan dan angkat kaki sekuat tenaga dari lumpur. Tali sendal jepitnya putus aja loh! Hadoh!
Peristiwa ini kemudian menyebabkan saya telanjang kaki sampai sekitar 1 jam. Makan pun sambil nyeker, lengkap dengan kaki penuh lumpur, pas juga lagi pake kaos gembel sama celana sate. Cakep. Pupus udah rencana cari jodoh di JRL.

20130619-212444.jpg

Tapi di titik itu juga salah satu kenangan gw paling manis dengan si adik : menikmati musik bersama, bernyanyi bersama, ketawaketiwi gila bersama, bandel bersama. There’s no better way to bond with a sibling.

20130619-212501.jpg

One thought on “JRL Flashback : 2010

  1. Hihihihihi muka pengen gelendotannya keliatan jelas ya ndied, itu kalo gw pasti langsung buang muka 20 kilometer deh😀
    Tapi baca ini bikin gw rindu pengen jalan bertigaan sama adek-adek tersayang sambil nyelain orang dijalan *teteupp*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s